Samarinda – Untuk pertama kalinya sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji menghadiri Rapat Paripurna ke-8 DPRD Kaltim pada Senin (3/3). Dalam rapat yang digelar di Karang Paci, sebutan untuk Gedung DPRD Kaltim di Samarinda, Rudy menyampaikan pidato perdananya sebagai pemimpin provinsi untuk periode 2025-2030.
Dipimpin oleh Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, rapat tersebut dihadiri oleh 32 legislator serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Provinsi Kaltim, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, ormas, dan insan pers. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinan baru yang akan membawa Kaltim ke arah pembangunan yang lebih progresif.
Dalam pidatonya, Rudy Mas’ud mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Kaltim atas partisipasi mereka dalam Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung aman dan demokratis. Ia menggambarkan dinamika politik yang terjadi sebagai “warna pelangi” yang memperkaya perjalanan demokrasi di Kaltim, yang ia sebut sebagai “serpihan surgawi” dan “bumi nan damai.” Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat pasca-Pilkada, mengutamakan persatuan, serta mengesampingkan perbedaan yang pernah ada.
Namun, pidato Rudy tidak hanya bersifat simbolis. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Kaltim, DPRD, dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. “Seratus hari ke depan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ujarnya, menegaskan bahwa masa awal kepemimpinannya akan menjadi tolok ukur efektivitas dan kecepatan pemerintah dalam merealisasikan janji kampanye, terutama program Gratispol yang menjadi andalan.
Program Gratispol, yang merupakan singkatan dari “Gratis, Progresif, dan Optimal,” akan diselaraskan dengan berbagai dokumen perencanaan strategis daerah, termasuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2025, RKPD 2026, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. Ini menjadi indikasi bahwa kepemimpinan Rudy-Seno tidak hanya berorientasi pada program jangka pendek tetapi juga pada visi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan latar belakang Kaltim sebagai provinsi yang kini menjadi pusat perhatian nasional akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tantangan kepemimpinan Rudy-Seno tentu tidak ringan. Keberhasilan dalam seratus hari pertama akan menjadi indikator awal bagi publik dalam menilai arah dan efektivitas kepemimpinan mereka. Kini, publik menanti realisasi janji dan aksi konkret yang akan menentukan arah pembangunan Kaltim dalam lima tahun ke depan.













