Samarinda – Rencana kerja sama pengelolaan sampah di TPA Sambutan menjadi energi listrik turut menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) DPRD Samarinda dalam pembahasan LKPJ Pemerintah Kota Tahun 2025.
Ketua Pansus LKPJ 2025, Achmad Sukamto, menyampaikan bahwa secara prinsip DPRD mendukung upaya pemanfaatan sampah menjadi energi. Namun, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan transparansi dalam penggunaan anggaran.
“Kalau dari Pansus, pada intinya kerja sama itu pemerintah kota menyiapkan bahannya, yaitu sampah. Selain itu tempatnya juga sudah disiapkan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, skema kerja sama tersebut secara konsep memang memungkinkan, di mana pemerintah menyediakan bahan baku dan lahan, sementara pengelolaan teknologi dapat melibatkan pihak lain.
Namun demikian, Sukamto mengingatkan agar seluruh perhitungan anggaran dilakukan secara cermat dan terbuka, sehingga tidak menimbulkan keraguan di kemudian hari.
“Yang penting dalam penggunaan anggaran harus dihitung sebenar-benarnya. Bukan kita tidak percaya dengan perhitungan dari konsultan maupun pemerintah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kepercayaan terhadap perencanaan teknis menjadi kunci keberhasilan proyek, terutama untuk program yang melibatkan teknologi dan investasi besar seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Sebagai pembelajaran, ia mencontohkan proyek pembangunan cut and fill di TPA Sambutan yang sebelumnya juga menjadi sorotan Pansus.
Menurutnya, proyek tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp28 miliar, namun hasil di lapangan dinilai belum sebanding.
“Anggarannya Rp28 miliar untuk TPA Sambutan, tapi hasilnya kurang lebih hanya sekitar satu hektare,” ungkapnya.
Ia menilai, secara teknis pekerjaan tersebut relatif sederhana, sehingga hasilnya seharusnya bisa lebih optimal.
“Kalau dilihat pekerjaannya kan relatif sederhana, gali, gelar terpal, lalu pasang pipa gas untuk pembuangan,” jelasnya.
Dari kondisi tersebut, Sukamto menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam merancang proyek lanjutan, termasuk rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik, agar tidak mengulang persoalan yang sama. (Adv/Mj)













