MUARA ANCALONG – Balai pertemuan Desa Senyiur dipenuhi anggota Koperasi Rukmana Sari pada RAT tahunan, Sabtu pagi. Forum ini tidak hanya membahas laporan keuangan dan sisa hasil usaha, tetapi juga menjadi ajang Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan tiga agenda pembangunan pedalaman yang strategis.
“RAT bukan seremonial belaka. Ini ruang demokrasi ekonomi,” kata Ardiansyah di hadapan ratusan anggota koperasi. Kehadiran Ketua TP PKK Hj Siti Robiah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso, serta Camat Muara Ancalong menambah bobot forum.
Agenda pertama yang disorot adalah pemberdayaan SDM. Bupati menegaskan agar perusahaan di sekitar desa memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Warga harus menjadi pelaku utama, bukan penonton di tanahnya sendiri,” ujarnya. Kebijakan ini bertujuan agar masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari aktivitas perusahaan di wilayah mereka.
Fokus kedua adalah penguatan koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia. Ardiansyah menekankan pentingnya prinsip keadilan, musyawarah, dan solidaritas dalam pengelolaan koperasi. Koperasi Rukmana Sari dijadikan contoh koperasi produktif dengan tata kelola transparan dan pengambilan keputusan berbasis partisipasi anggota.
Agenda ketiga menyasar pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan poros Kelinjau–Senyiur. Jalan sepanjang 20 kilometer ini menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan sawit dan akses utama ke pusat kecamatan. Proyek perbaikan sudah dianggarkan melalui skema tahun jamak hingga 2028 untuk menjamin harga hasil tani tetap kompetitif.
RAT tahun ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat desa. Ardiansyah menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa koperasi adalah kendaraan menuju kemandirian ekonomi desa, bukan sekadar lembaga usaha. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













