Samarinda– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mendorong kualitas pelayanan di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda untuk ditingkatkan.
Hal ini menyusul keluhan seorang pasien, Amir Hamzah, yang merasa diperlakukan tidak sopan oleh petugas rumah sakit.
Kasus ini mencuat pada awal Januari 2025 dan telah melalui proses mediasi antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.
“Pihak RSUD I.A Moeis, yang diwakili Direktur dr. Osa Rafhsodia, sudah melakukan langkah yang cukup baik dengan mendatangi rumah pasien dua kali,” kata Sri Puji Astuti, belum lama ini.
Meski demikian, Puji menegaskan bahwa masalah utama bukanlah fasilitas rumah sakit, melainkan kualitas pelayanan yang diberikan.
“Rumah sakit ini sering mendapatkan predikat baik. Namun, kejadian ini menjadi evaluasi penting agar pihak rumah sakit terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Sebagai langkah tegas, tujuh perawat yang bertugas pada malam kejadian telah diberikan sanksi berat berupa pencabutan jasa layanan selama tiga bulan. Menurut Puji, keputusan tersebut diambil karena para perawat melanggar Standard Operating Procedure (SOP).
“Ini menjadi peringatan bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih profesional, terutama dalam menghadapi pasien dengan layanan BPJS maupun PBI. Semua pasien memiliki hak yang sama,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Mediasi yang difasilitasi DPRD Samarinda membuahkan hasil positif, dengan kedua belah pihak mencapai kesepahaman tanpa perlu adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan.
“Pihak pasien dan rumah sakit sudah saling memaafkan. Kami hanya membantu menyelesaikan masalah ini. Fokusnya sekarang adalah memastikan kejadian serupa tidak terulang,” tambah Puji.
Direktur RSUD I.A Moeis, dr. Osa Rafhsodia, berkomitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan. Ia menyebut akan dilakukan pelatihan tambahan untuk petugas rumah sakit guna meningkatkan kompetensi dan empati dalam melayani pasien.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah upaya memprioritaskan pelayanan medis, aspek humanis juga harus dijaga. Dengan langkah pembenahan yang berkelanjutan, RSUD I.A Moeis diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di Samarinda. (Mujahid).













