TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), agresif mempromosikan potensi wisata unggulan di daerahnya.
Targetnya jelas untuk menarik perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, sekaligus memperkuat daya tarik wilayah ini sebagai penyangga ekonomi di Delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami sudah presentasi pekan lalu di Dispar Kaltim. Harapannya, promosi ini semakin memperkuat posisi Samboja Barat sebagai destinasi wisata unggulan,” tegas Camat Samboja Barat, Burhanuddin, Kamis (28/11/2024).
Sebagai salah satu wilayah dengan keindahan alam khas Kalimantan Timur, Samboja Barat memiliki 10 objek wisata unggulan yang siap menjadi magnet wisatawan.
Beberapa di antaranya adalah Batu Dinding, Lamin Etam Ambors, Air Terjun Sambar, dan Bukit Bengkirai yang terkenal dengan jembatan canopy walk-nya. Tidak ketinggalan, Borneo Orangutan Survival (BOS) dan Danau Biru turut memperkuat daya tarik kawasan ini.
“Kami berada di Delineasi IKN Kaltim, wilayah yang strategis untuk menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional,” jelas Burhanuddin.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Pemcam Samboja Barat memanfaatkan platform digital. Melalui akun media sosial Instagram Patin Wisambar, pemerintah berupaya memperkenalkan pesona wisata lokal secara efektif dan efisien.
Namun, Burhanuddin mengakui bahwa konten promosi masih membutuhkan penyempurnaan, terutama dalam menyajikan informasi yang lengkap dan akurat.
“Detail seperti akses, fasilitas, hingga pusat oleh-oleh masih harus dilengkapi. Informasi yang komprehensif akan membantu wisatawan merencanakan kunjungannya dengan lebih baik,” ujarnya.
Potensi wisata yang besar ini, menurut Burhanuddin, tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga diharapkan membawa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat. Ia menekankan bahwa pengembangan wisata harus paralel dengan pemberdayaan warga lokal melalui peluang usaha baru.
“Pariwisata bisa menjadi jalan keluar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.
Namun, agar target besar ini tercapai, Burhanuddin berharap dukungan lebih serius dari Pemprov Kaltim dan Dispar Kaltim. Sinergi antara pemerintah kecamatan, provinsi, dan pelaku usaha diperlukan untuk memperkuat promosi, meningkatkan infrastruktur, serta memastikan keberlanjutan destinasi wisata.
“Kami ingin memastikan bahwa wisata Samboja Barat tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal,” tuturnya penuh optimisme.
Dengan berbagai keunggulan alam dan kekayaan budayanya, Samboja Barat berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kaltim.
Burhanuddin yakin bahwa pengelolaan yang tepat dan dukungan penuh dari berbagai pihak akan membawa kawasan ini ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya sebagai destinasi lokal, tetapi juga nasional.
“Kami optimis, Samboja Barat akan menjadi ikon pariwisata yang mendukung pembangunan IKN, sekaligus memperkuat perekonomian Kukar dan Kaltim secara keseluruhan,” tutupnya.
Dengan potensi wisata yang melimpah dan strategi promosi yang terarah, Samboja Barat bersiap menjadi salah satu pusat wisata utama Kalimantan Timur. (ADV)













