Keprihatinan mendalam disampaikan oleh Sulasih, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, terkait tingginya angka serangan predator, terutama buaya, yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur. Menurutnya, meskipun pemerintah telah memberikan berbagai peringatan dan edukasi, banyak masyarakat yang masih mengabaikan bahaya yang ada di sekitar mereka, khususnya yang tinggal di dekat sungai dan rawa-rawa.
Sulasih menjelaskan bahwa Kutai Timur, yang memiliki banyak sungai besar, merupakan wilayah yang rentan terhadap ancaman buaya. Hal ini semakin diperburuk dengan semakin berkembangnya pemukiman di sekitar bantaran sungai yang menjadi habitat alami bagi predator tersebut.
“Kasus serangan buaya cukup sering terjadi, meskipun sudah ada larangan dari pemerintah untuk mendekati sungai-sungai tersebut. Warga masih saja melanggar aturan, yang tentunya membahayakan keselamatan mereka,” ujar Sulasih pada Sabtu (16/11/2024).
Menurutnya, berkembangnya pemukiman yang semakin dekat dengan sungai meningkatkan risiko serangan buaya.
“Masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut harus lebih sadar akan bahaya ini. Lingkungan sekitar yang semakin padat hanya menambah potensi terjadinya serangan,” tambahnya.
Selain itu, Sulasih juga menyoroti peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama yang tinggal di daerah rawan. Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak tidak bermain di sekitar sungai yang berisiko tinggi.
“Orang tua harus lebih berhati-hati dan menjaga anak-anak mereka dengan lebih ekstra. Jangan biarkan mereka bermain dekat bantaran sungai atau rawa-rawa yang berbahaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sulasih berharap agar kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga bisa lebih ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman predator.
“Dengan pengawasan yang lebih baik, saya optimis serangan buaya dapat dikurangi dan keselamatan warga, terutama anak-anak, dapat terjamin,” tutupnya.













