Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Sungai Belayan Dikeruk dengan Gotong Royong, BPBD Kukar Cetak Sejarah Baru

Zahara by Zahara
11 November, 2024
in Advedtorial, Diskominfo Kutai Kartanegara
0
Sungai Belayan Dikeruk dengan Gotong Royong, BPBD Kukar Cetak Sejarah Baru

Foto : Sedimentasi yang terus menumpuk di Sungai Belayan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi keluhan utama masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut.

FacebookTwitterWhatsapp

TENGGARONG – Langkah tak biasa diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menghadapi ancaman banjir yang mengancam permukiman di sepanjang Sungai Belayan.

BPBD Kukar memutuskan untuk memimpin proyek normalisasi sungai tanpa menggunakan satu rupiah pun dari APBD atau APBN, dengan mengusung semangat gotong royong.

Pengerjaan ini akan memberdayakan kekuatan lokal, melibatkan pihak kecamatan, desa, kepolisian, TNI, dan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Sungai Belayan.

Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek teknis, tetapi juga gerakan moral yang meneguhkan semangat masyarakat.

“Normalisasi Sungai Belayan ini murni dikerjakan dengan dukungan lokal. Semua lapisan berkomitmen untuk mensukseskan upaya gotong royong ini,” ujar Setianto, Senin (11/11/2024).

Setianto juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencetak sejarah sebagai inisiatif pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilakukan tanpa dana dari kas negara.

“Ini adalah bukti bahwa kekuatan lokal mampu mengatasi masalah mereka sendiri. Kekuatan masyarakat sungguh luar biasa jika diberdayakan dengan baik,” tambahnya penuh semangat.

Rencana gotong royong ini akan fokus pada tiga titik kritis yang kerap dilanda banjir, yaitu Desa Kelekat, Bukit Layang, dan Long Beleh Modang.

Dengan semangat solidaritas yang kuat, masyarakat, perusahaan, serta aparat daerah akan terlibat langsung dalam pengerjaan normalisasi yang diproyeksikan dimulai akhir November 2024.

Setianto optimistis bahwa kerja sama ini akan mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini melumpuhkan daerah sekitar Sungai Belayan.

“Segala persiapan sudah matang, tinggal rapat teknis untuk memastikan pembagian peran serta dukungan dari mitra perusahaan yang sudah menyatakan partisipasi mereka. Setelah itu, kita akan langsung eksekusi di lapangan,” jelas Setianto.

Langkah BPBD Kukar ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk meredam banjir, tetapi juga simbol gerakan besar dalam menangani bencana secara mandiri.

Setianto berharap program ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mengedepankan kolaborasi tanpa harus selalu mengandalkan anggaran negara.

“Semoga inisiatif ini menjadi model bagi penanganan bencana di tempat lain, bahwa kita mampu menyelesaikan persoalan besar jika kita bersatu dan berkolaborasi,” tandas Setianto.

Melalui normalisasi Sungai Belayan yang bersumber pada kekuatan lokal, BPBD Kukar optimis dapat memberikan dampak signifikan dalam mencegah banjir di wilayah hulu mahakam.

Sebagaimana diketahui, kondisi Sungai Belayan di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, semakin kritis akibat sedimentasi yang terus menumpuk, mengganggu kehidupan sehari-hari warga.

Banjir kini lebih sering melanda permukiman yang sebelumnya aman, memicu keluhan dari masyarakat yang mengandalkan sungai sebagai jalur transportasi dan sumber penghidupan.

Situasi ini mendesak warga untuk meminta tindakan normalisasi segera dari pemerintah.

Tingginya sedimentasi di sungai ini membuat aliran air terganggu, sehingga berpengaruh besar pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Ferdy Kepala Urusan Umum Desa Kelekat, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi di daerahnya semakin sering dan parah akibat sedimentasi di Sungai Belayan.

“Biasanya, daerah yang lebih tinggi tidak pernah kena banjir. Tapi sekarang, setiap hujan, permukiman kami juga ikut tergenang. Setelah kami periksa, ternyata penyebabnya adalah tingginya endapan lumpur di sungai,” ungkapnya.

Warga dari Desa Kelekat, dan Desa Bukit Layang secara serentak mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara segera melakukan tindakan normalisasi. Namun, hingga saat ini, permohonan tersebut belum mendapatkan tanggapan memadai.

“Kami sudah memiliki gagasan untuk normalisasi sungai, tapi kami belum menyampaikannya secara resmi ke pemerintah kabupaten,” ungkap Ferdy.

Akibat sedimentasi yang semakin parah, masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit maupun nelayan merasakan dampaknya secara langsung.

Menurut Ferdy, banyak petani sawit yang kesulitan mengangkut hasil panen karena aliran air yang tersumbat, begitu pula para nelayan yang mengalami penurunan hasil tangkapan ikan.

“Kami sangat berharap agar Sungai Belayan segera dikeruk, supaya aktivitas kami bisa kembali normal,” lanjutnya.

Yus , warga lainnya, mengaku kebingungan harus mengadu ke mana terkait permasalahan ini. Ia berharap pihak pemerintah segera bertindak untuk menangani sedimentasi yang terus menumpuk.

“Kami bingung mau mengadu ke siapa. Harapan kami, baik pemerintah bisa segera turun tangan untuk menormalisasi Sungai Belayan,” ujarnya.

Situasi itu memperparah kondisi aliran sungai, yang sebelumnya merupakan urat nadi transportasi dan perdagangan bagi masyarakat Kembang Janggut.

Saat ini, masyarakat tiga desa tersebut masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah untuk mengatasi sedimentasi di Sungai Belayan.

Mereka berharap agar proses normalisasi bisa segera dimulai guna mencegah kerugian yang lebih besar dan mengembalikan kehidupan mereka ke kondisi normal. (ADV))

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 273
Previous Post

Cipta Visi Farm: Kaum Muda Kutim Bisa Sukses dari Peternakan 

Next Post

Distanak Kukar Giat Dampingi Peternak untuk Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

Zahara

Zahara

Next Post
Distanak Kukar Giat Dampingi Peternak untuk Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

Distanak Kukar Giat Dampingi Peternak untuk Kembangkan Usaha Penggemukan Sapi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Cegah Kebocoran Pajak, DPRD Samarinda Siapkan Aturan QR untuk Reklame

Cegah Kebocoran Pajak, DPRD Samarinda Siapkan Aturan QR untuk Reklame

4 Mei, 2026
Andriansyah Akui Tantangan Anggaran, Transportasi Massal Samarinda Tetap Disiapkan 2027

Andriansyah Akui Tantangan Anggaran, Transportasi Massal Samarinda Tetap Disiapkan 2027

4 Mei, 2026
DPRD Samarinda Pertanyakan Data Riil Pengangguran, Serapan Tenaga Kerja Dinilai Belum Maksimal

DPRD Samarinda Pertanyakan Data Riil Pengangguran, Serapan Tenaga Kerja Dinilai Belum Maksimal

4 Mei, 2026
Rencana PLTSa di Samarinda Disambut Positif, Novan Soroti Kesiapan Lahan

Rencana PLTSa di Samarinda Disambut Positif, Novan Soroti Kesiapan Lahan

4 Mei, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Cegah Kebocoran Pajak, DPRD Samarinda Siapkan Aturan QR untuk Reklame

Andriansyah Akui Tantangan Anggaran, Transportasi Massal Samarinda Tetap Disiapkan 2027

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.