Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tegaskan Hasil Rakernas I, Ananda Emira Moeis : PDIP Konsisten Tolak Pilkada Tidak Langsung

Zahara by Zahara
14 Januari, 2026
in Kaltim
0
Tegaskan Hasil Rakernas I, Ananda Emira Moeis : PDIP Konsisten Tolak Pilkada Tidak Langsung

Foto : Ananda Emira Moeis Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim.

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan sikap tegas partainya dalam menolak wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD atau sistem tidak langsung. Penolakan tersebut merupakan keputusan resmi partai yang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan tahun 2026.

Di tengah maraknya perbincangan publik mengenai kemungkinan Pilkada kembali dipilih oleh DPRD, Ananda menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap konsisten mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat.

“PDI Perjuangan tetap menginginkan pemilihan terbuka, di mana kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat,” tegas Ananda.

Menurutnya, sistem Pilkada langsung merupakan bagian penting dari semangat Reformasi 1998 yang tidak boleh dikhianati. Demokrasi, kata dia, harus tetap berpihak pada kedaulatan rakyat sebagai pemegang hak menentukan arah kepemimpinan di daerahnya masing-masing.

“Kita tidak mau melukai semangat reformasi. Demokrasi rakyat jangan diganggu. Rakyatlah yang paling tahu kondisi daerahnya, tahu pembangunan seperti apa yang dibutuhkan, dan dengan hati nurani mereka bisa menilai siapa pemimpin yang layak,” ujarnya.

Ananda juga menekankan bahwa hak memilih pemimpin secara langsung merupakan hak konstitusional warga negara yang telah ditegaskan melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, mengubah sistem Pilkada langsung sama halnya dengan mengabaikan konstitusi.

“Itu hak demokrasi rakyat dan hak konstitusi. Kita juga tidak ingin melawan konstitusi,” tambahnya.

Menanggapi alasan Pilkada tidak langsung yang kerap dikaitkan dengan tingginya biaya politik, Ananda menilai persoalan tersebut seharusnya tidak diselesaikan dengan memangkas hak rakyat untuk memilih. Ia menekankan bahwa fokus utama seharusnya diarahkan pada upaya mewujudkan pemilu yang Luber dan Jurdil.

“Yang harus kita pikirkan itu bagaimana pemilu bisa berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Bukan justru menghilangkan hak rakyat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat sebagai kunci untuk menekan praktik politik uang. Menurutnya, peningkatan kesadaran politik bisa dilakukan melalui pendidikan wawasan kebangsaan dan pendidikan politik yang berkelanjutan.

“Kalau bicara soal money politics, salah satu jawabannya adalah kesadaran politik masyarakat. Selain itu, penegakan hukumnya juga harus dimaksimalkan,” jelas Ananda.

Dalam konteks pengawasan, ia menegaskan peran strategis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang harus bekerja secara maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.

“Bawaslu harus betul-betul menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas pemilu,” tegasnya.

Sebagai penutup, Ananda menilai bahwa tingginya biaya politik bukan hanya terjadi dalam Pilkada langsung, tetapi juga pada level pemilihan kepala desa.

“Jangankan Pilkada langsung, pilkades saja juga butuh biaya besar. Artinya, persoalannya ada pada kesadaran masyarakat, pendidikan politik, dan penegakan hukum. Itu yang harus dibenahi,” pungkasnya. (Mujahid)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 113
Previous Post

Wacana Pilkada Melalui DPRD, GPM Samarinda: Ini Cara Elit Politik Kebiri Kedaulatan Rakyat

Next Post

Tak Sekedar Ganti Rugi, Ananda Emira Moeis Dorong Usut Akar Masalah Berbagai Insiden Penabrakan Jembatan

Zahara

Zahara

Next Post
Tak Sekedar Ganti Rugi, Ananda Emira Moeis Dorong Usut Akar Masalah Berbagai Insiden Penabrakan Jembatan

Tak Sekedar Ganti Rugi, Ananda Emira Moeis Dorong Usut Akar Masalah Berbagai Insiden Penabrakan Jembatan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis dan jajaran kepengurusan saat memimpin sidang Musancab PDI Perjuangan Kukar.

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

25 April, 2026
Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

25 April, 2026
Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim, Siap Jalankan Hak Angket

Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Jalankan Hak Angket

24 April, 2026
Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

23 April, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.