Samarinda — Setelah gelombang aksi penyampaian aspirasi masyarakat memenuhi kawasan Jalan Gajah Mada pada 21 April 2026, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turun langsung meninjau kondisi kawasan Teras Samarinda pada Rabu, 22 April 2026.
Ia ingin memastikan sendiri sejauh mana dampak fisik yang ditinggalkan dari aksi yang dihadiri massa dalam jumlah besar tersebut.
Hasilnya cukup menggembirakan. Di balik keramaian ribuan orang yang memadati kawasan itu, kerusakan yang ditemukan tergolong sangat ringan hanya satu bagian pagar yang terdampak dan beberapa batu andesit yang mengalami kerusakan minor. Jauh dari yang dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya.
“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pasca aksi tanggal 21 April. Secara umum, terdapat kerusakan dalam skala kecil dan tidak bersifat signifikan,” ujar Andi Harun.
Biaya perbaikan pun terbilang sangat terjangkau untuk ukuran fasilitas publik yang sempat dipadati massa besar. Andi Harun memperkirakan dana yang dibutuhkan hanya berkisar Rp10 juta angka yang ia sendiri akui jauh di bawah ekspektasi awal.
“Estimasi biaya perbaikan berkisar pada angka sekitar Rp10 juta. Jumlah tersebut jauh di bawah perkiraan, mengingat besarnya massa yang hadir. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi,” jelasnya.
Bagi Andi Harun, minimnya kerusakan itu bukan sekadar angka melainkan cerminan nyata dari kedewasaan demokrasi warga Samarinda yang mampu menyuarakan aspirasi tanpa melampiaskannya dalam bentuk perusakan. Sebuah capaian yang ia nilai patut mendapat apresiasi.
Proses perbaikan pun langsung digerakkan tanpa menunggu lama. Andi Harun menargetkan seluruh pembenahan kawasan Teras Samarinda dapat rampung dalam kurun waktu lima hari ke depan.
“Proses perbaikan sudah mulai dilakukan hari ini, dan kami menargetkan seluruhnya dapat kembali normal dalam waktu kurang lebih lima hari,” katanya.
Andi Harun mengajak seluruh warga Samarinda untuk menutup lembaran aksi dan kembali merajut kebersamaan.
Ia mengingatkan bahwa polarisasi yang berlarut-larut hanya akan menguras energi dan menghambat laju pembangunan kota.
“Masyarakat diharapkan tidak terjebak dalam polarisasi yang berlarut-larut. Saatnya kembali beraktivitas dan bersama-sama menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan,” tegasnya.
Ia juga mengulurkan apresiasi kepada masyarakat dan insan media yang dinilai turut berperan menjaga situasi tetap aman dan terkendali sepanjang aksi berlangsung.
Baginya, kota ini adalah milik bersama dan tanggung jawab merawatnya ada di pundak semua.
“Kota ini merupakan milik bersama, sehingga tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya juga berada di tangan seluruh masyarakat,” pungkasnya.(adv/nr)













