SANGATTA —Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyelesaikan pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Kelurahan Singa Geweh, Sangatta Selatan. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas publik, tetapi bagian dari upaya menjadikan Sangatta sebagai kota yang tertata, layak huni, dan menghargai setiap warganya. Bupati H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pembangunan pemakaman modern ini adalah bentuk penghormatan terakhir bagi manusia. “Membangun kota bukan cuma soal jalan dan gedung, tapi juga menyediakan tempat peristirahatan yang layak,” ucapnya.
TPU ini berdiri di atas lahan 7,5 hektare dengan pembagian 5 hektare untuk umat Islam dan 2,5 hektare bagi non-Muslim. Kompleks ini dirancang mampu menampung 7.500 sampai 8.000 makam dan diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sangatta Utara dan Selatan hingga dua dekade mendatang.
Selain lahan makam, area ini juga akan dilengkapi dengan musala, kantor pengelola, toilet umum, rumah jaga, ruang pertemuan kecil, serta jaringan listrik dan air bersih. Seluruhnya dikelola oleh UPT Pertamanan dan Pemakaman tanpa pungutan retribusi. “Luas tiap makam sudah diatur 1,5 x 2 meter agar tertata rapi,” jelas Ardiansyah.
Proyek senilai Rp19 miliar ini mencakup pembebasan lahan, pematangan kawasan, serta pembangunan infrastruktur utama. Sekitar 70 persen wilayah TPU ditargetkan beroperasi pada tahap pertama.
Saat meninjau lokasi bersama jajaran Dinas Perkim dan Kepala UPT Sutrisno, Ardiansyah sempat berkelakar soal nama resmi TPU yang masih ia pikirkan. “Mungkin saya harus bersemedi dulu untuk dapat inspirasinya,” katanya sambil tersenyum.
Jika tak ada hambatan, Desember 2025 TPU modern ini akan mulai beroperasi dan menjadi langkah baru dalam penataan ruang kota Kutim yang lebih tertib, profesional, dan beradab. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













