Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Tren Penurunun Angka Stunting Kaltim Masih Lambat, Ananda Emira Moeis: Target Nasional 14 Persen Masih Terlalu Jauh

Zahara by Zahara
25 November, 2025
in Advedtorial, DPRD Kaltim
0
Tren Penurunun Angka Stunting Kaltim Masih Lambat, Ananda Emira Moeis: Target Nasional 14 Persen Masih Terlalu Jauh

Foto : Ananda Emira Moeis Wakil Ketua DPRD Kaltim.

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda-Upaya menekan angka stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai masih jauh dari target nasional. Meski menjadi prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan prevalensi turun hingga 14 persen pada 2024, realisasi di Kaltim justru bergerak lambat dan baru menyentuh 22,2 persen. Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis.

Prevalensi stunting di Kaltim hanya turun tipis dari 22,8 persen pada 2021 menjadi 22,2 persen pada 2024. Ketertinggalan progres ini membuat pemerintah provinsi, termasuk pasangan Pj Gubernur Rudy—Seno, disebut perlu membuat terobosan lebih agresif.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa stunting harus menjadi agenda prioritas tanpa kompromi.
“Kami di PDIP malah pengennya 0 persen. Bagaimana mau menuju generasi emas 2045 kalau angka stunting di Kaltim masih tinggi?” ujarnya menekankan.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan setengah hati, karena berkaitan langsung dengan masa depan anak-anak Kaltim. Menurutnya, pemerintah perlu memperbaiki sejumlah aspek mendasar, mulai dari layanan kesehatan dasar hingga pemenuhan gizi di masa krusial tumbuh kembang anak.

Butuh Perbaikan Komprehensif dari Posyandu Hingga Rumah Sakit

Ananda menilai bahwa stunting tak hanya berhubungan dengan tinggi badan anak, tetapi erat kaitannya dengan gizi buruk dan pemerataan layanan kesehatan.
Menurutnya, perbaikan harus dimulai dari Posyandu, Puskesmas, hingga rumah sakit, yang menjadi lini pertama penanganan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa fase 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa paling menentukan. Anak usia 0–2 tahun wajib mendapatkan pemenuhan gizi yang cukup untuk mencegah resiko stunting.
“Kalau fase itu tidak terpenuhi gizinya, di situlah stunting muncul,” ucapnya.

Tak hanya anak, remaja putri juga perlu mendapat perhatian khusus. Ananda mengingatkan bahwa banyak kasus anemia terjadi pada ibu muda pasca melahirkan.
Ia menekankan pentingnya skrining kesehatan dan pemberian suplemen sejak sebelum kehamilan.
“Remaja putri harus dicek kesehatannya. Mereka perlu vitamin tambahan supaya siap menjadi ibu,” jelasnya.

Dukung Penambahan Tenaga Medis di Tingkat Kelurahan dan Kecamatan

Ananda juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan ketersediaan tenaga medis. Menurutnya, Puskesmas dan Posyandu di tingkat kelurahan serta kecamatan perlu diperkuat karena berada paling dekat dengan masyarakat.

“Mereka yang pertama meng-screening dan memberikan informasi kepada warga. Jadi tenaga medis harus diperbanyak, terutama di Posyandu dan Puskesmas,” tegasnya.

Ia menambahkan, stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak anak. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus memastikan intervensi berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Pemprov Klaim Optimalkan 5.000 Posyandu, tapi Efektivitas Dipertanyakan

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Kesehatan mengklaim telah mengoptimalkan lebih dari 5.000 Posyandu sebagai ujung tombak intervensi stunting.
Namun, Ananda menilai bahwa angka banyaknya Posyandu bukanlah ukuran utama.
“Bukan cuma soal angka. Pertanyaannya, apakah Posyandu benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat?”ujarnya.

Ia menegaskan, karena fokus penanganan stunting adalah ibu dan anak, maka keberadaan Posyandu harus benar-benar memberi dampak nyata terhadap dua kelompok tersebut.
“Yang penting adalah fungsi dan manfaatnya. Jangan hanya ada, tapi tidak efektif,” tambahnya.

Dengan progres penurunan stunting yang berjalan lambat, Ananda mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja lebih serius dan terkoordinasi. Ia menilai perlu upaya luar biasa agar Kaltim tidak tertinggal jauh dari target nasional. Menurutnya, keberhasilan menurunkan stunting adalah kunci menuju generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Adv/DPRD Kaltim)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 151
Previous Post

Aulia Rahman Merapat ke Gerindra, Saiful Bachtiar: Fenomena Lama Kepala Daerah Cari Partai Penguasa

Next Post

Rasio Ahli Gizi Kaltim Jauh di Bawah Standar Nasional, Ananda Emira Moeis Ingatkan Dampaknya pada Stunting

Zahara

Zahara

Next Post
Rasio Ahli Gizi Kaltim Jauh di Bawah Standar Nasional, Ananda Emira Moeis Ingatkan Dampaknya pada Stunting

Rasio Ahli Gizi Kaltim Jauh di Bawah Standar Nasional, Ananda Emira Moeis Ingatkan Dampaknya pada Stunting

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Serapan Anggaran Diskominfo Baru 33 Persen, DPRD Samarinda Dorong Program Lebih Efektif

Serapan Anggaran Diskominfo Baru 33 Persen, DPRD Samarinda Dorong Program Lebih Efektif

7 Juli, 2026
Samri Nilai Penyesuaian Belanja Pegawai 30 Persen Perlu Dilakukan Bertahap

Samri Nilai Penyesuaian Belanja Pegawai 30 Persen Perlu Dilakukan Bertahap

7 Juli, 2026
Pemotongan TKD Jadi Pelajaran, DPRD Samarinda Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

Pemotongan TKD Jadi Pelajaran, DPRD Samarinda Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

7 Juli, 2026
Keterbatasan Fiskal, Renovasi Sekolah di Samarinda Masih Fokus Perbaikan Ringan

Keterbatasan Fiskal, Renovasi Sekolah di Samarinda Masih Fokus Perbaikan Ringan

6 Juli, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Serapan Anggaran Diskominfo Baru 33 Persen, DPRD Samarinda Dorong Program Lebih Efektif

Samri Nilai Penyesuaian Belanja Pegawai 30 Persen Perlu Dilakukan Bertahap

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.