SANGATTA – Suasana khidmat terasa di Gedung Serba Guna (GSG) Kompleks Pusat Perkantoran Pemkab Kutai Timur, Bukit Pelangi. Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah hadir dengan rasa bangga.
Mereka menjadi bagian dari 200 pegawai penerima Satyalancana Karya Satya, tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia bagi ASN yang menunjukkan kesetiaan dan pengabdian tanpa cacat. Penghargaan ini diberikan menjelang HUT ke-26 Kabupaten Kutim sebagai simbol loyalitas para abdi negara.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa penganugerahan tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kutim.
“Penerima Satyalancana Karya Satya berjumlah 200 pegawai, terdiri dari 24 pegawai dengan masa kerja 30 tahun, 51 pegawai masa kerja 20 tahun, dan 125 pegawai masa kerja 10 tahun,” ujar Misliansyah di hadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi, Forkopimda, dan jajaran pejabat daerah.
Ia menjelaskan bahwa Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN yang bekerja dengan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, negara, dan pemerintah, serta menunjukkan pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin selama minimal 10 tahun.
Misliansyah juga menyebut dasar hukum pemberian penghargaan ini, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, dan Surat Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Nomor 01 Tahun 2021 mengenai prosedur pengusulan gelar dan tanda kehormatan.
Bagi para penerima, penghargaan ini bukan sekadar tanda di dada, tetapi simbol pengabdian panjang dan komitmen moral sebagai abdi negara. Misliansyah berharap penghargaan tersebut dapat memacu semangat seluruh ASN Kutim untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
Prosesi penyematan Satyalancana Karya Satya dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kutim. Momen ini menjadi penanda apresiasi bagi ASN yang telah menempuh perjalanan pengabdian panjang, sekaligus pengingat bahwa ketulusan dan disiplin tetap menjadi fondasi dalam membangun birokrasi berintegritas (ADV/ProkopimKutim/SMN)













