SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menegaskan investasi yang masuk ke Kota Tepian harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu membuka lapangan kerja, memberdayakan pelaku usaha lokal, dan menggerakkan perekonomian daerah.
Sani mengatakan Pemerintah Kota Samarinda perlu memastikan setiap investor memiliki komitmen untuk melibatkan tenaga kerja lokal serta menjalin kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, aktivitas investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Kita tentu menyambut investasi yang masuk. Namun, investor juga harus membuka peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai masih terdapat perusahaan yang lebih banyak mendatangkan tenaga kerja maupun bahan baku dari luar daerah. Kondisi tersebut dinilai membuat manfaat ekonomi dari investasi belum sepenuhnya dinikmati masyarakat Samarinda, sehingga pemerintah perlu mendorong pola investasi yang lebih berpihak pada potensi lokal.
Menurut Sani, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok perusahaan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Kehadiran investor seharusnya tidak hanya menciptakan aktivitas bisnis, tetapi juga membuka peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang bersama.
“Ketika perusahaan menggandeng pelaku usaha lokal, perputaran ekonomi akan semakin kuat. Masyarakat juga memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.
Politikus PKS itu menambahkan, kolaborasi antara investor, tenaga kerja lokal, dan UMKM akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian Kota Samarinda. Selain meningkatkan kesempatan kerja, pola kemitraan tersebut juga diyakini mampu memperluas pasar bagi produk lokal sekaligus memperkuat daya saing usaha kecil di tengah pertumbuhan investasi.
Sani berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus menarik investor baru, tetapi juga memastikan setiap investasi yang masuk memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah. Dengan kebijakan yang tepat, investasi diharapkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Adv)













