SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum pemerintah daerah memperkuat perlindungan anak sekaligus mempercepat penanganan stunting. Dalam puncak peringatan HAN, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, meluncurkan program PENTAS Kutim.
PENTAS merupakan singkatan dari Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kutim. Program tersebut diluncurkan di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.
Sejalan dengan tema HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PENTAS Kutim mengombinasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, serta edukasi keluarga. Pelayanan dilakukan secara serentak dari tingkat desa hingga kabupaten.
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala KMK LAN RI Makassar H Muhammad Aswad, Ketua LPAI Seto Mulyadi, perwakilan Forkopimda, Ketua TP PKK Kutim sekaligus Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, serta beberapa kepala perangkat daerah.
Ardiansyah mengatakan anak merupakan aset berharga sekaligus generasi penerus bangsa. Karena itu, perlindungan, kasih sayang, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bersama.
“Hari Anak Nasional adalah saat yang tepat untuk kita semua merenungkan peran penting anak-anak dalam pembangunan bangsa. Anak-anak adalah aset berharga dan generasi penerus yang harus kita lindungi, cintai, dan beri perhatian khusus agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mendukung peluncuran PENTAS sebagai program strategis dalam mempercepat penurunan stunting. Ardiansyah berharap pelaksanaan program tersebut dapat memberikan dampak terhadap penanganan stunting di seluruh wilayah Kutim.
“Semoga program ini bisa mempercepatan penurunan stunting di Kutim,” harapnya.
Selain stunting, pemerintah daerah menyoroti praktik perkawinan anak. Ardiansyah menyebut persoalan tersebut dapat berdampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, ekonomi, dan psikologis generasi muda.
Pemerintah berharap PENTAS mampu menggerakkan masyarakat dan pemangku kepentingan secara serentak dalam menuntaskan stunting hingga tingkat desa. (adv)













