SAMARINDA – Proses pengisian sembilan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda mulai memasuki tahap akhir. Wali Kota Samarinda Andi Harun memberi sinyal bahwa penetapan pejabat definitif untuk sejumlah posisi strategis itu tinggal menunggu penyelesaian proses final.
Saat ditanya mengenai perkembangan pengisian jabatan Eselon II tersebut, Andi menggambarkan proses yang berjalan saat ini dengan perumpamaan perjalanan yang hampir mencapai garis akhir.
“Sedikit lagi, tinggal tiga meter lagi. Tadi kan kemarin satu kilo, sekarang tinggal tiga meter lagi. Ya, sabar saja,” ujar Andi Harun, Kamis sore (24/9/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa proses seleksi maupun penetapan pejabat definitif telah melewati sebagian besar tahapan.
Andi juga memberikan gambaran waktu penyelesaian. Ia berharap proses tersebut dapat dituntaskan pada penghujung September, meski masih membuka kemungkinan bergeser hingga awal Oktober 2026.
“Ya kita berharap akhir September ini, kira-kira paling telatnya awal Oktober-lah. Makanya saya bilang tadi, perjalanan satu kilo itu tinggal tiga meter lagi nyampe. Ya, hanya butuh sedikit sabar,” katanya.
Hingga September 2026, sembilan posisi strategis di lingkungan Pemkot Samarinda masih belum diisi pejabat definitif.
Sejumlah jabatan tersebut selama ini dijalankan oleh Pelaksana Tugas agar fungsi pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan.
Posisi yang masih menunggu pejabat definitif meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain itu, kekosongan juga terjadi pada posisi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Sekretaris DPRD Kota Samarinda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Inspektorat Daerah.
Sembilan jabatan tersebut berada pada sektor-sektor penting pemerintahan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, perencanaan pembangunan, lingkungan hidup hingga pengawasan internal.
Karena itu, pengisian pejabat definitif dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan masing-masing organisasi perangkat daerah memiliki kepemimpinan penuh dalam menjalankan program dan kebijakan.
Andi sendiri belum mengungkap siapa saja pejabat yang akan menempati sembilan posisi tersebut. Namun, dengan proses yang disebut sudah tinggal “tiga meter”, keputusan akhir diperkirakan tidak akan terlalu lama lagi.
Jika target Pemkot berjalan sesuai rencana, pengisian jabatan tersebut diharapkan selesai pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026.













