Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menggelar acara sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Kota Samarinda pada Jumat, 17 Maret 2023.
Sosialisasi ini mengundang sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda dengan tujuan memberikan pemahaman tentang peran penting pemuda dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
Sapto Setyo Pramono menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki kesiapan yang matang untuk menyongsong masa depan, terutama dalam menghadapi kemajuan teknologi dan digitalisasi yang pesat.
Ia menekankan bahwa pemuda tidak hanya harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga harus menjadi aktor yang berperan aktif dalam perubahan tersebut. Keahlian dan keterampilan yang relevan sangat diperlukan untuk bisa bersaing dan berkembang dalam dunia yang semakin kompetitif.
“Mahasiswa harus mempersiapkan diri bukan hanya dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi oleh setiap generasi muda,” ujarnya, Rabu (13/11/24).
Lebih lanjut, Sapto juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai salah satu cara untuk menghadapi persaingan global. Dalam era globalisasi, bahasa Inggris saja tidak cukup, dan pemuda Indonesia perlu menguasai bahasa Mandarin untuk membuka peluang di pasar internasional.
“Penguasaan bahasa Mandarin akan menjadi keuntungan kompetitif di pasar global, terutama dalam persaingan dengan negara-negara besar seperti Cina dan Jepang,” jelasmya.
Selain itu, Sapto juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi dan minat baca di kalangan generasi muda. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca di Indonesia yang menyebabkan masyarakat lebih cenderung menjadi konsumen daripada produsen informasi dan inovasi.
“Generasi muda perlu menggali pengetahuan lebih dalam dan menghindari solusi instan, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam industri global,” tuturnya.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, Sapto berharap para mahasiswa di Samarinda akan lebih siap menghadapi tantangan global, serta bisa berkontribusi aktif dalam membangun negara. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang dapat bersaing di kancah internasional. (ADV)













