TENGGARONG, — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Marga terus mendorong percepatan pembangunan tahap kedua Jembatan Sebulu.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menyampaikan bahwa proses pengadaan jasa konstruksi kini memasuki tahapan lelang ketiga, setelah dua proses tender sebelumnya gagal menghasilkan pemenang.
“Lelang pertama dilakukan sebelum efisiensi anggaran. Setelah dilakukan penyesuaian menjadi Rp138 miliar, lelang kedua tetap belum membuahkan hasil,” jelas Linda saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/6/2025).
Saat ini, tahapan lelang ketiga masih berjalan, dan ia berharap proses ini dapat selesai tepat waktu, agar penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada akhir Juni atau awal Juli 2025.
“Anggaran yang tersedia sebesar Rp138 miliar direncanakan sepenuhnya untuk pekerjaan fisik, termasuk pembangunan jalan pendekat dari arah Desa Sebulu Modern dan pemasangan struktur girder,” jelas Linda Juniarti.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pekerjaan fisik telah lebih dulu dilakukan pada tahap awal, meski masa kontrak pengawasan proyek sebelumnya telah berakhir.
DPU Kukar sempat mengusulkan tambahan anggaran senilai Rp380 miliar untuk tahun ini, dengan tujuan menyelesaikan seluruh jalan pendekat sekaligus membuka peluang, memulai pembangunan bentang tengah jembatan pada tahun berikutnya.
Namun demikian, pembangunan bentang utama yang melintasi Sungai Mahakam masih terganjal proses perizinan dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Wilayah Sungai.
Linda menekankan bahwa segala pembangunan yang bersinggungan langsung dengan alur sungai, dan memerlukan koordinasi intensif dengan kementerian teknis terkait, hal ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Pembangunan yang melintasi sungai harus melalui prosedur ketat,” katanya.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian, dan ini biasanya memakan waktu,” imbuhnya.
“Kehati-hatian ini penting, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Linda mencontohkan insiden tabrakan kapal di Jembatan Mahakam dan kerusakan struktur Jembatan Martadipura, akibat aktivitas pertambangan batu bara sebagai pelajaran penting.
Menurutnya, kehati-hatian dan prosedur yang sesuai standar menjadi langkah preventif, demi keselamatan jangka panjang.
“Kami tidak ingin insiden masa lalu terulang,” ucap Kabid Bina Marga ini.
“Semua proses Kami jalankan dengan penuh kewaspadaan, dan semoga pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
“Kami juga, sangat berharap dukungan dan doa dari masyarakat,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar)














