TENGGARONG, — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur strategis berupa jalan dan jembatan yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Proyek jembatan penghubung antara Desa Teluk Dalam dan Desa Jongkang ini, merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah, guna meningkatkan aksesibilitas antar wilayah.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa alokasi awal proyek ini semula direncanakan sebesar Rp1,2 triliun.
“Namun setelah dilakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran, total pembiayaan direvisi menjadi sekitar Rp900 miliar,” ucapnya, saat di temui media ini, Selasa (11/6/2025).
“Dana tersebut terbagi untuk dua komponen utama, yakni pembangunan jalan dan konstruksi jembatan,” imbuhnya.
“Dari nilai total anggaran hasil revisi, porsi untuk pembangunan jembatan memang yang terbesar, diperkirakan antara Rp600 hingga Rp700 miliar,” jelasnya.
Menurut Linda, pelaksanaan proyek sudah masuk dalam jadwal kontraktual sejak Januari 2025, dan akan berakhir pada Desember tahun yang sama.
Rencana teknis yang telah disusun menyebutkan bahwa, pekerjaan konstruksi jembatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 bulan.
Sementara untuk pekerjaan jalan, estimasi penyelesaiannya antara delapan hingga sepuluh bulan, tergantung kondisi lapangan.
Ia menekankan bahwa batas akhir pelaksanaan proyek sesuai kontrak maksimal pada 20 Desember 2025.
Oleh karena itu, pihaknya menargetkan agar pekerjaan jalan bisa selesai lebih awal, idealnya pada awal bulan Desember, sehingga waktu tersisa dapat difokuskan untuk penyelesaian jembatan.
“Kami dorong penyelesaian proyek ini sesuai target,” katanya.
“Selain sebagai komitmen terhadap kontrak, keberadaan infrastruktur ini sangat dinantikan masyarakat, karena menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi,” terangnya.
Lebih jauh, Linda berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat pengguna jalan, untuk menjaga kelancaran proses pembangunan yang kini sedang berjalan.
Ia menilai, percepatan pelaksanaan di lapangan dapat dicapai, jika koordinasi lintas sektor berjalan efektif.
Dengan selesainya pembangunan ruas jalan dan jembatan ini, konektivitas antar wilayah di Kukar diyakini akan semakin baik.
Dampaknya tak hanya terasa pada efisiensi waktu tempuh, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan sektor logistik, perdagangan, dan pelayanan publik di kawasan sekitar.
“Kami optimistis infrastruktur ini, akan memberi dampak besar bagi pemerataan pembangunan daerah dan kenyamanan mobilitas warga,” tutup Linda. (Adv-DPU Kukar)














