Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Krisis Daya Tampung Sekolah Negeri, DPRD Kaltim Desak Langkah Sistemik Atasi Ketimpangan Akses Pendidikan

Zahara by Zahara
30 Juni, 2025
in Advedtorial, DPRD Kaltim
0
Krisis Daya Tampung Sekolah Negeri, DPRD Kaltim Desak Langkah Sistemik Atasi Ketimpangan Akses Pendidikan

Foto : Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda – Menjelang tahun ajaran baru, persoalan klasik kekurangan daya tampung di jenjang SMA dan SMK kembali menyeruak, namun kali ini dengan tekanan yang lebih tajam.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, memperingatkan bahwa masalah ini bukan lagi sekadar rutinitas tahunan, tetapi sudah menyentuh akar ketimpangan dalam akses pendidikan.

“Setiap tahun kita bicara soal kekurangan kursi, tetapi tidak ada gebrakan besar untuk memperbaiki situasi. Padahal, jumlah lulusan SMP terus meningkat secara signifikan,” ungkap Darlis, Senin (30/6/25).

Menurutnya, persoalan ini tak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan tambal sulam. Kesenjangan antara pertumbuhan jumlah peserta didik dan kapasitas infrastruktur pendidikan, terutama di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, semakin melebar.

Darlis mengungkapkan bahwa banyak ruang kelas menampung lebih dari 50 siswa jauh dari standar ideal.

“Fakta di lapangan, satu kelas bisa diisi sampai 50 siswa. Ini jelas jauh dari standar ideal. Dalam kondisi seperti ini, kualitas pembelajaran jelas terdampak,” tegasnya.

DPRD Kaltim menilai target Pemprov untuk menampung 30 ribu siswa baru tahun ini masih belum memadai jika tidak dibarengi dengan ekspansi signifikan, baik melalui pembangunan unit sekolah baru maupun penambahan rombongan belajar (rombel) di titik-titik padat penduduk.

Namun, Darlis menekankan bahwa masalah tidak hanya terjadi di kota. Di wilayah pedalaman, krisis justru muncul dalam bentuk berbeda, minimnya jumlah siswa untuk membentuk satu kelas, mahalnya biaya transportasi, dan jauhnya akses ke pusat kecamatan.

“Kita tidak bisa menyamakan pendekatannya antara kota dan desa. Di wilayah pedalaman, kita butuh model pendidikan alternatif seperti kelas jarak dekat atau sekolah satelit yang lebih adaptif dan hemat biaya,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, DPRD mengapresiasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis empat jalur: zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.

Menurut Darlis, skema ini memberikan peluang lebih adil dan transparan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan daerah dengan akses terbatas.

“Dengan sistem ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang berprestasi tetap mendapat peluang yang layak. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem seleksi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa solusi jangka pendek seperti penambahan ruang kelas tidak akan cukup tanpa peningkatan kualitas tenaga pengajar dan sarana belajar. Menurutnya, ekspansi daya tampung harus selalu diiringi dengan peningkatan mutu pendidikan.

“Kalau hanya menambah ruang kelas tanpa memperbaiki kualitas, masalah akan tetap muncul dalam bentuk lain. Kita butuh kebijakan yang menyeluruh dan berorientasi jangka panjang,” terangnya.

Situasi ini, menurut DPRD Kaltim, harus segera dijawab dengan langkah-langkah strategis dan sistemik. Pendidikan bukan sekadar soal jumlah kursi, tapi soal keadilan dalam mendapatkan kesempatan yang bermutu di mana pun siswa tinggal.(ADV DPRD KALTIM)

Penulis : NA

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 122
Previous Post

DPRD Kaltim Soroti Kerusakan Dini Jalan Merdeka–Sambutan, Minta Pemkot Tegas Evaluasi Proyek

Next Post

DPRD Kaltim Desak Penguatan Sinergi untuk ITK, Kampus Harus Proaktif Pemprov Wajib Responsif

Zahara

Zahara

Next Post
DPRD Kaltim Desak Penguatan Sinergi untuk ITK, Kampus Harus Proaktif Pemprov Wajib Responsif

DPRD Kaltim Desak Penguatan Sinergi untuk ITK, Kampus Harus Proaktif Pemprov Wajib Responsif

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis dan jajaran kepengurusan saat memimpin sidang Musancab PDI Perjuangan Kukar.

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

25 April, 2026
Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

25 April, 2026
Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim, Siap Jalankan Hak Angket

Respon Tuntutan Aksi 214, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Siap Jalankan Hak Angket

24 April, 2026
Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

Konsumsi BBM Turun, WFH Samarinda Dinilai Efisien dan Terkontrol

23 April, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

PDI Perjuangan Kukar Tergetkan 19 Kursi Pemilu 2029, Ananda Pesankan Soliditas dan Kerja Kerakyatan

Krisis Guru Samarinda, Novan Soroti Keterbatasan Kewenangan Daerah Dalam Perekrutan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.