TENGGARONG – Selain membahas pembangunan jalan, rapat koordinasi dan evaluasi pembangunan infrastruktur yang dipimpin Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri pada Senin (15/9/2025) juga menjadi ruang bagi Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk menyampaikan prioritas kerja mereka.
Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus Sabandi, turut menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak bisa dipisahkan dari sistem drainase yang baik.
Menurutnya, jalan yang baru dibangun akan cepat rusak apabila tidak didukung saluran air yang memadai.
“Drainase menjadi faktor penting. Kalau tidak ditangani sejak awal, genangan air bisa merusak badan jalan. Karena itu, setiap pembangunan jalan di Kukar harus satu paket dengan perencanaan dan pembangunan saluran airnya,” tegas Awang, saat di wawancarai media ini, di sela kegiatan Rakor tersebut.
Awang menyebutkan, dalam evaluasi kali ini Bidang SDA menyoroti sejumlah wilayah rawan banjir, terutama di kawasan perkotaan Tenggarong dan jalan penghubung antar-kecamatan.
Pihaknya memastikan akan berkoordinasi dengan Bidang Bina Marga agar pembangunan jalan dan drainase berjalan selaras.
“Wilayah dengan curah hujan tinggi dan kontur tanah yang rendah menjadi prioritas penanganan. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapat jalan yang mulus, tetapi juga terbebas dari masalah genangan,” jelasnya.
Menurut Awang, pengendalian banjir bukan hanya soal membangun drainase, melainkan juga memastikan pemeliharaan berjalan konsisten.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan masyarakat dalam menjaga saluran air.
“Setiap tahun, sedimentasi dan sampah menjadi masalah klasik. Jadi selain membangun, kita juga butuh partisipasi masyarakat untuk menjaga agar saluran tetap berfungsi,” ujarnya.
Bidang SDA juga mendukung penuh arahan Bupati untuk memprioritaskan akses jalan menuju fasilitas publik dan sentra ekonomi.
Awang menegaskan, drainase di kawasan tersebut akan menjadi perhatian utama agar manfaat pembangunan lebih maksimal.
“Kalau jalan menuju sekolah, pasar, dan puskesmas bisa bebas genangan, otomatis mobilitas warga lebih lancar. Itulah tujuan akhir dari kerja kami di bidang SDA,” tambahnya.
Awang menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pembangunan jalan dan drainase harus dipandang sebagai satu kesatuan.
“Kami ingin memastikan setiap infrastruktur yang dibangun bisa tahan lama. Dengan integrasi antara jalan dan sistem drainase, kualitas pembangunan bisa terjaga, dan masyarakat Kukar mendapat manfaat yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv-DPU Kukar)














