SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta masyarakat menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan pekarangan menggunakan api. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah ancaman musim kering akibat fenomena El Nino.
Ardiansyah menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula BPBD Kutim, Senin (24/8/2026).
Rakor dihadiri Kepala BPBD Kutim Sulastin, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidn, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, perwakilan Lanal Sangatta, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP, perusahaan, organisasi masyarakat, camat, kepala desa, dan unsur Manggala Agni.
Menurut Ardiansyah, kondisi asap pekat saat ini mayoritas masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan bagian selatan dan tengah, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat Kutim mengurangi kewaspadaan.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah melakukan mitigasi sejak sebelumnya sehingga kesiapan penanganan Karhutla di Kutim telah diperkuat.
“Kita di Kutai Timur alhamdulillah sudah melakukan mitigasi sebelumnya. Jadi saya yakin, meskipun hari ini barangkali titik api itu ada, kita di Kutai Timur sudah siap,” ujar Ardiansyah.
Bupati meminta BPBD memastikan posko utama aktif secara maksimal. Posko di kecamatan dan desa juga diminta memperkuat koordinasi, termasuk dengan Manggala Agni dan pemerintah desa.
Selain kesiapan kelembagaan, Ardiansyah menekankan pencegahan dari aktivitas masyarakat. Ia meminta pembakaran sampah dihentikan untuk sementara waktu.
“Sekecil apapun api yang kita temui, baik di jalan atau di pekarangan warga yang dibersihkan setiap sore, tolong itu dihentikan dulu,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi kering akibat El Nino membuat api kecil sekalipun berpotensi berkembang dan memicu titik panas yang lebih luas.
Pemkab Kutim juga telah menyampaikan langkah penanganan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Langkah tersebut mencakup pengaktifan posko utama sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Ardiansyah turut meminta media massa berkoordinasi dengan posko utama BPBD dalam memperoleh informasi hotspot. Data yang akurat diperlukan agar pemberitaan tidak menggambarkan kondisi berdasarkan akumulasi data yang tidak sesuai situasi aktual.
Sementara kondisi udara Sangatta masih tergolong aman, masyarakat tetap diminta waspada dan menggunakan masker, khususnya petugas yang bekerja di lapangan.(ADV/prokopim/Kutim)













