Samarinda – Upaya menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur tidak bisa hanya bertumpu pada program pemerintah. Di balik intervensi gizi dan bantuan pangan, ada aspek penting yang kerap terabaikan: kesadaran dan peran aktif keluarga dalam mengawal tumbuh kembang anak sejak dini.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menggarisbawahi bahwa stunting bukan sekadar soal kekurangan gizi, tetapi persoalan kompleks yang melibatkan pola asuh, akses layanan kesehatan, hingga edukasi orang tua. Menurutnya, pemahaman keluarga terhadap kebutuhan dasar anak memiliki dampak besar terhadap pencegahan stunting.
“Sering kali yang luput dari perhatian adalah bagaimana orang tua mendampingi anaknya sehari-hari. Banyak yang belum tahu cara memantau perkembangan anak secara benar,” ujar Damayanti, Kamis (3/7/2025).
Meski data menunjukkan tren penurunan kasus stunting di Kaltim, Damayanti mengingatkan bahwa tantangan belum usai, terutama di wilayah yang masih minim akses terhadap fasilitas kesehatan dasar seperti posyandu dan Puskesmas.
Ia menilai keberadaan posyandu bukan hanya penting untuk penimbangan berat badan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan deteksi dini yang belum dimanfaatkan optimal.
“Posyandu itu punya banyak fungsi, bukan cuma timbang badan. Di sana ada penyuluhan, konseling, dan pendampingan, tapi semua itu percuma kalau tidak didatangi oleh orang tua,” jelas politisi dari Fraksi PKB itu.
Selain edukasi dan layanan kesehatan, Damayanti juga menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk memperkuat program penanganan stunting di daerah.
Ia mendorong agar pemerintah daerah memastikan alokasi dana yang cukup untuk memperluas jangkauan dan kualitas intervensi.
“Kalau kita ingin serius menurunkan stunting, maka perlu komitmen anggaran yang kuat. Karena perubahan tidak cukup hanya dengan niat, tapi juga perlu daya dukung kebijakan yang konkret,” tegasnya.
Menurut Damayanti, keberhasilan dalam menurunkan angka stunting tidak bisa hanya dilihat dari pencapaian angka statistik, melainkan harus menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan cerdas di masa depan.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah, dengan dukungan kolektif dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (ADV DPRD KALTIM)
Penulis NA













