TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapan penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai 2025 yang akan digelar pada 21–29 September mendatang.
Kesiapan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Bupati Kukar Nomor: B3832/DISDIKBUD/BUD-1/065.11/09/25, tentang pelaksanaan festival budaya tahunan tersebut.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan dukungan pihaknya bukan hanya sebatas instruksi formal, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga warisan budaya Kutai.
“Kami siap mengikuti seluruh arahan yang tertuang dalam surat edaran. Bagi Kami, Erau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wujud pelestarian budaya yang harus dijaga dan dirayakan dengan penuh khidmat sekaligus meriah,” ujar Wiyono di kantor Dinas PU Kukar, baru-baru ini.
Dalam surat edaran tersebut, seluruh ASN, P3K, non-ASN, serta karyawan BUMN dan BUMD di Kukar diimbau mengenakan busana adat Kutai, seperti baju Taqwo, Miskat, hingga Cinan, selama rangkaian acara berlangsung.
Selain itu, setiap OPD, kecamatan, kelurahan/desa, BPD, hingga perusahaan daerah diminta menghias kantor mereka dengan umbul-umbul dan baliho bertema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”.
“Dengan kebersamaan itu, Erau akan terasa sebagai pesta budaya milik seluruh masyarakat Kukar, bukan hanya acara seremonial belaka,” imbuh Wiyono.
Tak hanya itu, seluruh kecamatan juga diwajibkan menjadi peserta kirab pembukaan dengan membawa seserahan hasil bumi dari wilayah masing-masing.
Sementara seluruh OPD dan perusahaan daerah diarahkan untuk berpartisipasi dalam expo Erau, tradisi beseprah, serta menyiapkan sarana pendukung pada kegiatan belimbur.
Dinas PU Kukar pun mengajak masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi, baik melalui dukungan langsung di lapangan maupun dengan menjaga suasana kondusif selama festival berlangsung.
Festival Erau Adat Kutai tahun ini akan diramaikan dengan beragam agenda adat, religi, hingga hiburan budaya. Mulai dari besawai, haul jama Raja dan Sultan, titi bende, beluluh Sultan, hingga seserahan kirab ke Kesultanan Kutai.
Puncaknya akan ditandai dengan pembukaan resmi Festival Erau, expo bazar, lomba seni budaya tradisional, lomba permainan rakyat, serta pentas seni.
Sejumlah ritual khas lainnya seperti Merangin I hingga XI, Bepelas, Beluluh Sultan, hingga merebahkan Tiang Ayu juga akan digelar, ditutup dengan ziarah makam dalam rangka memperingati HUT Kota Tenggarong.
Wiyono berharap pelaksanaan festival tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh makna. Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari makna kebersamaan yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Erau Adat Kutai adalah warisan yang memperkuat identitas kita. Mari kita bersama-sama menjaga dan menyukseskannya agar semakin bermartabat dan dikenang lintas generasi,” pungkasnya. (ADV-DPU Kukar)














