TENGGARONG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara, Wiyono, menegaskan komitmen pihaknya dalam menindaklanjuti arahan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, terkait percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah Hulu Mahakam.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan monitoring dan evaluasi lapangan bersama Bupati pada Kamis–Jumat (3–4 Juli 2025) di Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, dan Kembang Janggut.
Menurut Wiyono, salah satu penekanan penting dari hasil peninjauan lapangan adalah permintaan Bupati agar pengerjaan infrastruktur jalan yang dinilai prioritas, khususnya pada ruas-ruas yang memerlukan pengecoran, dapat segera ditindaklanjuti.
“Bupati Kukar meminta agar pada ruas-ruas jalan tertentu yang memang memerlukan pengecoran segera dikerjakan, terutama yang menyangkut kelancaran akses masyarakat,” ujar Wiyono saat ditemui usai mendampingi Bupati dalam kegiatan monitoring tersebut.
Namun demikian, Wiyono menjelaskan bahwa dengan keterbatasan anggaran daerah, Dinas PU Kukar juga diminta untuk melakukan langkah taktis berupa pemeliharaan ringan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan, seperti berlubang dan bergelombang, agar tetap dapat dilewati masyarakat dengan aman.
“Karena anggaran terbatas, arahan dari Bupati juga agar dilakukan pemeliharaan di titik-titik yang berlubang atau bergelombang, sehingga akses jalan tetap bisa difungsikan secara optimal,” jelasnya.
Dinas PU Kukar, kata Wiyono, akan segera melakukan inventarisasi teknis terhadap ruas-ruas jalan yang menjadi fokus penanganan dalam waktu dekat.
Langkah ini, dilakukan guna memastikan bahwa seluruh kegiatan pemeliharaan, maupun pembangunan berjalan tepat sasaran, dan sesuai skala prioritas lapangan.
Lebih lanjut, Wiyono menambahkan bahwa penanganan infrastruktur jalan di wilayah Hulu Mahakam memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis maupun geografis.
Oleh karena itu, diperlukan strategi pengerjaan yang tepat agar kualitas jalan tetap terjaga dengan efisiensi anggaran yang tersedia.
“Kita tetap berupaya maksimal, baik melalui pemeliharaan maupun pembangunan bertahap.
“Dan pada prinsipnya, ruas jalan yang menghubungkan Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut hingga Tabang harus tetap bisa difungsikan secara baik oleh masyarakat,” tandasnya. (Adv-DPU Kukar)














