SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan program Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sebagai sarana edukasi keselamatan transportasi sejak usia sekolah.
Hal tersebut diwujudkan melalui pengiriman empat pelajar Kutim dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 yang berlangsung di Hotel Five Samarinda, Selasa (11/8/2026).
Keempat pelajar tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan Dishub Kutim sejak awal tahun. Mereka bersaing dengan 23 peserta lainnya dari total 27 pelajar yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Dishub dalam memberikan pemahaman keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda.
“Pelajar pelopor ini bagian dari tugas pokok dan tanggung jawab Dinas Perhubungan, bagaimana kita memberikan sosialisasi di tingkat pelajar terkait dengan keselamatan,” katanya.
Menurut Masrianto, pemahaman mengenai keselamatan tidak seharusnya baru diberikan ketika seseorang telah dewasa atau mulai mengemudikan kendaraan. Kesadaran tersebut perlu dibentuk sejak masih berada di lingkungan sekolah.
“Keselamatan transportasi itu harus sejak usia pelajar disematkan kepada adik-adik kita,” ujarnya.
Program tahun ini mengangkat tema “Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”. Tema tersebut menempatkan teknologi dan etika sebagai dua unsur yang perlu berjalan bersama dalam menciptakan keselamatan di jalan.
Selain mengikuti kompetisi, para pelajar diharapkan mampu menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka diharapkan memahami aturan sekaligus mampu mengajak pengguna jalan lainnya untuk lebih tertib.
Masrianto mengatakan jumlah peserta Kutim tahun ini tidak lepas dari kondisi anggaran daerah. Efisiensi APBD membuat Dishub hanya dapat mengirim empat pelajar ke tingkat provinsi.
“Ini juga karena efisiensi anggaran APBD kita, sehingga kita hanya bisa mengirim empat peserta,” jelasnya.
Ia berharap keikutsertaan pelajar Kutim dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk membuka peluang pendidikan di bidang perhubungan. Kutim sebelumnya memperoleh 10 kuota siswa taruna pendidikan kedinasan perhubungan melalui kerja sama yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Dua pelajar terbaik tingkat provinsi nantinya akan mewakili Kaltim pada tingkat nasional. Pengumuman dijadwalkan pada 17 September 2026.(ADV/prokopim/Kutim)













