
SANGATTA – Pembangunan instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP) di dekat Jembatan Flyover Indominko menjadi perhatian Komisi C DPRD Kutai Timur. Anggota dewan, Novel Tyty Paembonan, menyoroti pemanfaatan proyek tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat di Kecamatan Teluk Pandan yang hingga kini masih kesulitan akses air bersih.
“Jadi kan kita lihat sekarang hari ini di dekat jembatan flyover Indominko, itu kan sedang dibangun water treatment itu. Itu nanti yang saya dengar, kan kemarin Pak Bupati juga sempat berkunjung ke sana, Pak Wakil Bupati juga sempat,” ujar Paembonan.
Ia menjelaskan WTP tersebut direncanakan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di Bontang dan Kutai Timur. Harapannya, fasilitas ini dapat menjangkau wilayah-wilayah yang masih mengalami krisis air.
“Nah harapan kita adalah 6 desa di kecamatan Teluk Pandan, paling tidak mulai dari ujung Danau Redan, Sukadamai, Sukarahmat, Martadinata, Teluk Pandan, bahkan kalau bisa sampai Kandolo, 6 desa itu, itu bisa teraliri,” tambahnya.
Meski melihat sudah ada pemasangan jaringan pipa, Paembonan mengaku belum memastikan apakah WTP tersebut sudah beroperasi penuh. “Memang saya lihat kemarin sudah ada pemasangan jaringan pipa, cuma saya belum tahu apakah memang WTP itu sudah berproduksi, itu persoalannya. Saya belum pantau nih, maksudnya apakah sudah menghasilkan air bersih yang WTP ini,” katanya.
Ia pun berkomitmen untuk mendorong pemenuhan hak masyarakat jika instalasi sudah berfungsi tetapi layanan belum dirasakan. “Nah kalau itu sudah menghasilkan dan ada masyarakat di situ yang belum dapatkan layanan air bersih, tolong kita diingatkan supaya kita juga akan push ke sana bagaimana masyarakat mendapatkan juga hak untuk mendapatkan kebutuhan vital itu ya air bersih,” pungkas Paembonan.
Komitmen ini disampaikan untuk memastikan proyek strategis tersebut dapat segera memberikan manfaat nyata, khususnya bagi enam desa di Kecamatan Teluk Pandan yang masih menunggu akses air bersih. (ADV)













