
SANGATA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasi persoalan kerusakan jalan yang semakin mengkhawatirkan. Langkah-langkah preventif dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan sekadar melakukan perbaikan secara berkala yang memakan anggaran besar.
Pandi Widiarto dari Komisi C DPRD Kutai Timur mengungkapkan salah satu strategi yang sedang dipersiapkan adalah penggunaan jembatan timbang. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi tepat untuk mengendalikan volume kendaraan yang melintas, khususnya kendaraan berat yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kerusakan jalan. “Menyediakan strategi jembatan timbang untuk dijalan nasional untuk folume kendaraan yang berelbihan itu bisa dikendalikan,” ujar Widiarto.
Implementasi jembatan timbang ini terutama akan difokuskan pada jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi barang dan jasa di wilayah Kutai Timur. Pengawasan yang ketat terhadap beban kendaraan diharapkan dapat mengurangi tekanan berlebihan pada struktur jalan yang memang sudah rentan akibat kondisi tanah yang labil.
Widiarto menekankan bahwa dengan pengendalian yang tepat melalui jembatan timbang, investasi pembangunan jalan dapat bertahan lebih lama sesuai dengan perencanaan usia teknis. Infrastruktur jalan yang dibangun dengan anggaran tidak sedikit seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka waktu yang panjang. Strategi ini diharapkan dapat memastikan bahwa “jalan yang sudah dibagun untuk 10 atau 15 tahun itu tetap bisa terjaga,” tambahnya.
Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi investasi infrastruktur publik dari kerusakan dini yang selama ini banyak terjadi. Dengan mengendalikan beban kendaraan berlebih melalui jembatan timbang, diharapkan usia pakai jalan dapat sesuai dengan perencanaan teknis awal, sehingga anggaran perbaikan jalan dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur baru di wilayah lainnya.
Keberadaan jembatan timbang juga akan mendukung penegakan peraturan mengenai batas muatan kendaraan yang selama ini sering dilanggar oleh pengangkut barang. Langkah ini tidak hanya akan memperpanjang umur jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi semua pengguna jalan. Pemerintah berharap strategi pencegahan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memelihara infrastruktur jalan yang vital bagi perekonomian daerah. (ADV)













