SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, menilai keberhasilan program bantuan sosial sangat bergantung pada kualitas data penerima. Ia meminta pemerintah melakukan pemutakhiran data secara berkala dengan melibatkan Ketua RT agar kondisi sosial ekonomi warga dapat dipotret secara lebih akurat.
Menurut Markaca, dinamika kehidupan masyarakat membuat kondisi ekonomi seseorang dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, data penerima bantuan perlu terus diperbarui dan tidak hanya mengandalkan hasil pendataan yang sudah lama.
“Data penerima bantuan harus terus diperbarui. Jangan sampai ada warga yang sebenarnya sudah layak menerima bantuan justru terlewat karena datanya tidak pernah diperbaiki,” ujarnya, Selasa (21/7/2026)
Ia mengingatkan proses verifikasi tidak boleh hanya didasarkan pada penampilan fisik rumah. Menurutnya, kondisi tempat tinggal belum tentu mencerminkan kemampuan ekonomi sebuah keluarga.
“Rumah yang terlihat layak belum tentu menggambarkan keadaan ekonomi penghuninya. Bisa saja rumah itu merupakan warisan keluarga, sementara orang yang tinggal di dalamnya sudah tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap,” katanya.
Markaca mencontohkan, seorang janda yang masih menempati rumah peninggalan suaminya belum tentu memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitu pula kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian sehingga mengalami penurunan kondisi ekonomi. Situasi seperti itu, menurutnya, hanya dapat diketahui melalui pendataan dan verifikasi langsung di lapangan.
Untuk itu, ia menilai peran Ketua RT tidak dapat diabaikan dalam proses pendataan. Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan warga, RT dinilai memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai perubahan kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat di lingkungannya.
“RT adalah orang yang paling mengetahui kondisi warganya. Kalau mereka dilibatkan, saya yakin data penerima bantuan akan jauh lebih akurat dan potensi salah sasaran bisa diminimalkan,” jelasnya.
Markaca berharap pemerintah menjadikan pemutakhiran data sebagai agenda yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang penyaluran bantuan. Dengan basis data yang selalu diperbarui, ia meyakini bantuan sosial akan lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Yang paling penting adalah memastikan bantuan sampai kepada warga yang memang berhak. Kuncinya ada pada data yang akurat dan selalu diperbarui,” pungkasnya.(Adv)













