
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menerapkan kebijakan selektif dalam penyaluran bantuan program ekonomi kreatif dengan memprioritaskan pelaku usaha yang telah memiliki rekam jejak dan pengalaman di bidangnya. Kebijakan ini bertujuan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Yusri Yusuf, perwakilan pemerintah daerah, menegaskan pentingnya kriteria ini. “Pengawasannya yang berpengalaman yang akan dikasih maksudnya kita membantu yang betul betul kekurangan bantuan, bukan orang baru yang mau dibantu, biarkan dia berjalan dulu punya pengalaman sudah tau bagaimana seluk beluk berusaha baru kita bantu,” jelasnya.
Pendekatan baru ini mencerminkan perubahan strategi dari penyaluran bantuan bersifat umum menjadi lebih terarah. Pelaku usaha dengan pengalaman operasional satu hingga dua tahun dianggap telah memahami tantangan bisnis dan memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan usaha.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberikan dampak maksimal,” tambah Yusri. Evaluasi terhadap program sebelumnya menunjukkan bantuan kepada pelaku berpengalaman cenderung lebih berkelanjutan.
Bagi pelaku pemula yang belum memenuhi kriteria, pemerintah menyediakan program pendampingan terpisah yang fokus pada pembekalan keterampilan dasar kewirausahaan. Program ini mencakup pelatihan manajemen keuangan sederhana, teknik pemasaran, dan penyusunan proposal usaha.
Kebijakan ini juga bertujuan menciptakan ekosistem usaha berjenjang dimana pelaku pemula dapat berkembang melalui program dasar sebelum mengakses bantuan lebih lanjut. Dinas terkait telah menyiapkan mekanisme verifikasi untuk memastikan kelayakan penerima bantuan.
Diharapkan pendekatan baru ini dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah dan memperkuat dampak program terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai perkembangan program ini ke depan. (ADV)













