SAMARINDA – Polemik hibah lahan pemakaman bagi warga Loa Bakung kembali menemui jalan buntu. Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Samarinda pada Kamis (11/9/2025) tidak membuahkan keputusan lantaran PT Bukit Baiduri Energi (BBE), pihak yang berjanji menyediakan lahan, tidak hadir.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyebut ketidakhadiran perusahaan tambang itu sebagai hambatan serius dalam mencari titik terang. Padahal, forum tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk mengikat komitmen hibah secara resmi.
“Perusahaan sudah menyatakan siap memberikan lahan, tapi belum ada bukti legal. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan agar ada kepastian,” kata Ronal.
Ia menuturkan, sebelumnya DPRD bersama pengurus RT, RKM Loa Bakung, dan Dinas Perkim telah melakukan peninjauan lapangan. Dari diskusi, muncul dua opsi mekanisme penyerahan: langsung ke RKM atau melalui pemerintah.
Menurut Ronal, opsi hibah ke pemerintah lebih ideal karena status aset akan lebih kuat serta menjamin perlindungan jangka panjang bagi kepentingan publik.
“Kalau ke pemerintah, otomatis ada kepastian pengelolaan. Itu jauh lebih aman,” tegasnya.
Meski begitu, absennya PT BBE membuat forum tidak bisa melanjutkan ke tahap pengambilan keputusan. DPRD berencana kembali memanggil perusahaan untuk memberi klarifikasi.
Ronal meminta warga tetap bersabar dan tidak patah harapan. Ia memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian hukum.
“Jangan sampai janji hanya jadi wacana. Warga sudah menunggu lama, perusahaan harus menepati komitmen,” pungkasnya. (adv)













