SANGATTA – Penampilan Milfian Abid Fikri, siswa penyandang tunanetra Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kutai Timur (Kutim), menjadi momen paling emosional dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat kabupaten. Milfian membawakan lagu “Ayah” di hadapan ratusan peserta yang hadir di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.
Kegiatan yang digelar Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Bunda PAUD Siti Robiah, jajaran pejabat Forkopimda, serta Ketua Umum LPAI Pusat Seto Mulyadi.
Milfian naik ke panggung dan menyanyikan lagu “Ayah” yang dipopulerkan grup musik Seventeen. Dengan keterbatasan penglihatan, ia tetap mampu tampil dengan penghayatan vokal yang mendalam. Setiap lantunan yang disampaikan membuat suasana acara berubah menjadi penuh haru.
Lebih dari separuh peserta yang berada di dalam ruangan terlihat mengusap air mata. Penampilan Milfian tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga memperlihatkan kemampuan anak penyandang disabilitas dalam menunjukkan bakat dan rasa percaya diri melalui karya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi penampilan Milfian. Menurutnya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki keunikan dan hak yang sama untuk memperoleh perhatian serta kesempatan mengembangkan potensi.
“Setiap anak adalah amanah Ilahi yang membawa keunikannya masing-masing. Penampilan anakku Milfian hari ini menggugah rasa kasih sayang kita semua untuk terus hadir menjadi benteng perlindungan dan pendukung utama mimpi-mimpi mereka,” ujar Ardiansyah.
Peringatan HAN ke-42 Kutim mengusung tema “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” dengan slogan “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut menjadi bagian dari pesan pemerintah untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan dan masa depan anak.
Dalam kegiatan tersebut, pendidikan inklusif serta penyediaan sarana dan prasarana yang ramah bagi anak disabilitas turut menjadi komitmen pemerintah daerah dan aspirasi Forum Anak Kutim.
Penampilan Milfian akhirnya menjadi sorotan utama dalam acara. Momen tersebut memperkuat pesan bahwa anak disabilitas perlu mendapatkan ruang yang setara untuk mengembangkan bakat dan berkarya.(adv)













