SANGATTA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan sosial melalui peningkatan kapasitas kader di tingkat kecamatan. Pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sistem edukasi berjenjang yang nantinya menjangkau hingga kelompok Dasawisma di seluruh desa.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim pada Rabu (8/4/2026) itu menghadirkan Pelatihan Kader KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual), dan KIAT (Keluarga Indonesia Akrab Teknologi). Pesertanya merupakan Ketua dan Pengurus TP PKK dari seluruh kecamatan di Kutim.
Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk respons terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial yang dinilai masih menjadi fenomena gunung es di masyarakat. Menurutnya, kasus kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga penyalahgunaan narkotika perlu dicegah sejak lingkungan keluarga.
“Kasus yang meningkat saat ini sangat memprihatinkan. Karena itu kami berupaya melakukan pencegahan melalui pelatihan kader agar persoalan tersebut tidak terus berulang,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, 8–9 April 2026. Setelah mengikuti materi, peserta diwajibkan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada pengurus TP PKK tingkat desa. Selanjutnya, pengurus desa akan meneruskannya kepada kelompok Dasawisma sehingga edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain membahas perlindungan anak, materi pelatihan juga mencakup pencegahan HIV/AIDS, LGBT, literasi teknologi keluarga, serta pentingnya administrasi kependudukan sebagai dasar perlindungan hukum warga.
“Ilmu yang diperoleh hari ini harus diteruskan hingga ke tingkat Dasawisma agar masyarakat mampu mendeteksi berbagai persoalan sosial sejak dini,” kata Siti Robiah.
Dalam pelatihan tersebut, TP PKK menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor. Rusnaini dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjelaskan pentingnya KISAK, sedangkan Nurika Nugraheni dan Murti Ningsih dari Pokja I TP PKK memberikan materi mengenai perlindungan anak serta pemanfaatan teknologi secara bijak.
Melalui peningkatan kapasitas kader ini, Pemkab Kutim berharap keluarga dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.(adv)













