Samarinda – DPRD Kalimantan Timur mengingatkan pentingnya pelaksanaan proyek infrastruktur secara profesional dan akuntabel, khususnya pada pembangunan jalan yang menghubungkan Tering (Kutai Barat) dengan Ujoh Bilang (Mahakam Ulu).
Jalur ini disebut sebagai salah satu infrastruktur vital untuk membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan mendorong pemerataan pembangunan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyatakan bahwa proyek jalan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi menyangkut masa depan pembangunan wilayah yang selama ini tertinggal.
Ia menegaskan bahwa kualitas pekerjaan dan kredibilitas kontraktor menjadi titik krusial yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan pengerjaan.
“Pembangunan jalan bukan sekadar membangun fisik. Kita bicara soal dampaknya terhadap ekonomi, layanan publik, hingga mobilitas masyarakat. Jadi, profesionalisme penyedia jasa konstruksi itu mutlak,” ujar Ekti, Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, proyek tersebut telah masuk dalam skema pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim tahun 2024 dan akan berlanjut pada 2025 dengan tambahan dua segmen jalan beton sepanjang 8 kilometer.
Proses tender untuk tahap selanjutnya akan dibuka kembali, dan pihak DPRD meminta agar seleksi dilakukan secara ketat dan transparan.
Ekti pun menekankan bahwa pihak kontraktor yang terpilih nantinya harus mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah dirancang.
Baginya, setiap keterlambatan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek hanya akan merugikan masyarakat dan menghambat konektivitas wilayah.
Sebagai bagian dari Badan Anggaran DPRD Kaltim, Ekti juga memastikan bahwa lembaganya akan menjalankan fungsi pengawasan dengan ketat terhadap setiap alokasi anggaran yang digunakan.
Sebab, pengawasan legislatif adalah bagian dari tanggung jawab menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan dana daerah.
“Anggaran pembangunan harus dipastikan digunakan sesuai peruntukannya. Proyek jalan ini penting, tetapi akan sia-sia jika tidak diawasi dengan baik,” ucapnya.
Lebih jauh, Ekti menilai bahwa kehadiran jalan darat yang layak di Mahakam Ulu akan menciptakan dampak besar terhadap pembangunan daerah.
Dengan akses yang lebih terbuka, distribusi logistik, layanan pendidikan dan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat dipastikan akan meningkat.
Ia pun menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bukan hanya soal selesainya konstruksi jalan, tetapi juga tentang percepatan transformasi wilayah yang selama ini tertinggal.
“Mahakam Ulu harus maju bersama dengan daerah lain. Infrastruktur ini adalah jembatan menuju kesejahteraan yang selama ini tertahan oleh keterbatasan akses,” tutupnya. (ADV DPRD KALTIM)
Penulis NA













