
SANGATTA – Pemerintah Daerah melalui DPRD Kutai Timur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan penanganan kebakaran dan bencana dengan mengedepankan skala prioritas dan kolaborasi yang solid antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Hal ini disampaikan oleh Pandi Widiarto, Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dalam wawancara di Sangatta.
“Iya, kan kita bicara sekarang skala prioritas, yang kita harus penuhi dulu yang utama dulu,” ujar Pandi.
Ia menjelaskan bahwa prioritas awal akan difokuskan pada pemenuhan sarana prasarana utama untuk mendukung operasional penanganan kebakaran. Pengadaan kendaraan operasional dengan kapasitas besar menjadi salah satu fokus perhatian dalam tahap awal ini.
“Jadi yang utama kayak mobil-mobil yang kapasitas 5 ribu liter dan sebagainya, itu yang kita prioritaskan.”
Lebih lanjut, Pandi menekankan pentingnya sinergi antara Damkar dan BPBD, mengingat cakupan tugas kedua lembaga tersebut yang saling berkaitan dalam penanganan darurat. Koordinasi yang baik dinilai sangat penting untuk memastikan respon yang cepat dan terintegrasi saat terjadi bencana atau kebakaran.
“Tapi kan penanganan bencana ini kan penanganan kebakaran bencana, kalau di Damkar kan kebakaran, Kalau di bencana kan ada BPBD. kemarin juga sudah kita lakukan kolaborasi juga, artinya BPBD dan Damkar ini juga harus sinkron gitu.”
Menurutnya, kolaborasi teknis di tingkat masyarakat juga menjadi kunci kesuksesan penanganan darurat. Ia juga menyoroti kelengkapan unit teknis skala kecil di BPBD yang dapat dimanfaatkan secara optimal melalui koordinasi yang baik antar instansi.
“Kalau untuk unit-unit teknis yang skala kecil lebih lengkap di BPBD sebenarnya, karena BPBD itu punya anggaran khusus juga yang dari pusat langsung. Jadi tinggal bagaimana mengkolaborasikan penanganan teknis di masyarakat, itu juga yang sudah kita sampaikan juga di rapat bersama mitra kerja Komisi C.”
Arah kebijakan ke depan, tegas Pandi, adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dengan mengutamakan aspek pencegahan dan kesiapsiagaan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan koordinasi antar lembaga terkait.
“Kita prioritaskan bagaimana bisa menjaga keamanan, kenyamanan, dan tentu soal antisipasi bencana yang paling utama.”
Dengan langkah strategis ini, diharapkan kapasitas dan koordinasi penanggulangan kebakaran serta bencana di Kutai Timur dapat semakin efektif dan responsif dalam melindungi masyarakat dari berbagai potensi bahaya. Sinergi antara BPBD dan Damkar menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan komprehensif di wilayah tersebut. (ADV)













