SANGATTA – Pentas Seni Budaya Pemuda Rimba Bangun Jaya di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim), tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya. Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Pentas seni tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Plt Camat Kaliorang Pitriani, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen. Kegiatan digerakkan Pemuda Rimba Bangun Jaya sebagai wadah untuk menjaga budaya di tengah modernisasi.
Beragam pertunjukan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Tarian Topeng Ireng dari Magelang, Jawa Tengah, yang dipadukan dengan musik tradisional. Ratusan warga yang datang memberikan sambutan antusias terhadap pertunjukan tersebut.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar turut memberikan dampak bagi pelaku UMKM, pedagang makanan, dan usaha kecil lainnya. Momen tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan budaya dinilai mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan nilai yang diwariskan para pendahulu.
“Kita ingin Kutai Timur maju, tetapi kemajuan itu harus tetap berpijak pada budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Jangan sampai kita maju secara fisik, tetapi kehilangan rasa kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling menghargai yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” katanya.
Ketua Pemuda Rimba Bangun Jaya Zainal mengatakan pentas tersebut dibangun dari kesadaran bersama untuk mempertahankan budaya melalui keterlibatan langsung generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal budaya dari cerita atau media sosial, tetapi juga ikut merasakan, memainkan, dan melestarikannya. Kalau bukan kami yang menjaga mulai sekarang, siapa lagi yang akan meneruskannya nanti,” ujarnya.
Ia menyebut persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong selama sekitar tiga bulan. Anggota Pemuda Rimba yang berjumlah 52 orang terlibat sesuai talenta masing-masing, mulai dari latihan hingga persiapan panggung.
Bagi Kutim yang memiliki masyarakat multikultural, kegiatan budaya dinilai memiliki peran penting sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.(ADV/prokopim/Kutim)













