SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih berani mengolah potensi sumber daya alam Kalimantan menjadi produk bernilai tambah. Menurutnya, komoditas lokal tidak seharusnya terus dipasarkan dalam bentuk bahan mentah karena hal tersebut membuat manfaat ekonomi yang diterima masyarakat menjadi kurang maksimal.
Viktor menilai Kalimantan memiliki beragam kekayaan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif dan berdaya saing tinggi. Mulai dari tanaman herbal, kerajinan, hingga wastra khas daerah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
“Produk berbahan alami dan halal ini peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Tinggal bagaimana inovasi dan pengelolaannya diperkuat,” ujarnya, Rabu (29/7/2026)
Ia mencontohkan komoditas seperti gaharu dan bawang Dayak yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah. Padahal, kedua komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi apabila diolah menjadi produk turunan yang siap dipasarkan.
Menurut Viktor, gaharu dapat dikembangkan menjadi produk minuman herbal, sementara bawang Dayak berpotensi diolah menjadi produk kesehatan alami yang memiliki pangsa pasar cukup luas. Inovasi semacam itu dinilai mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
“Jangan hanya dijual mentah. Produk lokal harus punya nilai tambah, supaya UMKM tidak jalan di tempat,” katanya.
Selain peningkatan kualitas produk, Viktor menekankan pentingnya penguatan strategi pemasaran dan branding. Ia menilai keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memperkenalkan produk tersebut kepada pasar yang lebih luas.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM, tetapi juga memperluas akses promosi melalui berbagai kegiatan berskala nasional. Salah satu langkah yang diusulkannya ialah penyelenggaraan pameran UMKM secara rutin untuk mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli maupun investor.
“Kalau promosi diperkuat dan produk kita dikenal luas, ekonomi kreatif daerah juga akan ikut tumbuh,” tegasnya.
Viktor berharap pengembangan produk berbasis kekayaan alam Kalimantan dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif di Kota Samarinda. Melalui inovasi, hilirisasi produk, dan dukungan promosi yang berkelanjutan, UMKM diyakini mampu menciptakan produk unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adv)













