Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, khususnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
“Dinamika politik yang berkembang seiring dengan munculnya dua pasangan calon gubernur, Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rudi Mas’ud-Seno Aji, berpotensi menimbulkan polarisasi di kalangan masyarakat,” katanya, Senin (11/11/24).
Meski ada kekhawatiran terhadap munculnya gesekan politik yang tajam, Samsun yakin masyarakat Kaltim memiliki kedewasaan untuk menghadapi perbedaan politik dengan cara yang bijaksana.
“Meskipun ada potensi perpecahan, saya percaya masyarakat Kaltim akan tetap tenang dan menyikapi Pilkada dengan santai,” ujarnya.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga menekankan bahwa media massa memegang peran vital dalam menciptakan suasana kondusif di tengah pemilu.
Ia mengingatkan para wartawan untuk selalu menyajikan informasi yang menyejukkan dan menghindari pemberitaan yang bisa memperburuk situasi politik yang sedang berkembang.
“Saya minta kepada rekan-rekan media untuk selalu menyajikan berita yang mengedepankan kesejukan, hindari pemberitaan yang provokatif yang dapat memanaskan suasana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Samsun juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kaltim untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi dengan cara yang positif dan konstruktif.
“Dalam setiap persaingan politik, sering kali muncul narasi-narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat,” tuturnya.
Namun, ia tetap optimis bahwa masyarakat Kaltim cukup cerdas untuk menghadapi tantangan ini.
“Meskipun ada pihak-pihak yang berusaha memecah belah, saya yakin masyarakat Kaltim akan mampu menghadapi segala perbedaan dengan kepala dingin,” pungkasnya. (ADV)













